Menemukan Ketenangan Abadi di Kebun Teh Imperial Longjing Hangzhou
Hangzhou, sebuah kota yang terkenal dengan perpaduan harmonis antara sejarah kuno dan inovasi modern, menyimpan sebuah permata tersembunyi yang menjadi jantung budaya teh Tiongkok: Kebun Teh Imperial Longjing. Terletak di kaki Bukit Lion Peak di Desa Longjing, area ini bukan sekadar perkebunan teh biasa, melainkan situs bersejarah yang pernah memikat hati Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing. Pengalaman di sini lebih dari sekadar menikmati secangkir teh hijau; ini adalah perjalanan mendalam ke dalam tradisi berusia ribuan tahun yang masih hidup dan lestari.
Pesona Alam dan Sejarah yang Memikat
Desa Longjing, yang juga dikenal sebagai «Desa Sumur Naga,» terletak di wilayah barat daya Danau Barat yang ikonik, dikelilingi oleh pegunungan dan dialiri oleh sembilan sungai kecil. Kondisi geografis ini menciptakan iklim mikro yang ideal untuk budidaya teh hijau terbaik di Tiongkok, teh Longjing atau Dragon Well tea. Pemandangan di sini sangat menakjubkan, dengan ladang teh berundak yang membentang di lereng bukit hijau, mengingatkan pada kebun teh di daerah pegunungan lainnya, namun dengan sentuhan sejarah kekaisaran yang unik.
Daya tarik utama kebun ini adalah 18 pohon teh kuno yang masih berdiri kokoh di puncak bukit. Legenda menyebutkan bahwa Kaisar Qianlong, saat melakukan perjalanan ke selatan Tiongkok, terpesona oleh aroma teh dari pohon-pohon ini. Ia kemudian menganugerahi status kekaisaran pada pohon-pohon tersebut, dan tehnya secara eksklusif dikirim ke istana kekaisaran setiap tahunnya. Pohon-pohon ini menjadi simbol status dan eksklusivitas teh Longjing, yang hingga kini dianggap sebagai «raja teh hijau» Tiongkok.
Budaya Teh yang Hidup
Berjalan melintasi perkebunan teh ini memberikan kesempatan langka untuk mengamati proses produksi teh secara langsung. Pada musim semi, terutama sebelum Festival Qingming pada awal April, para pemetik teh lokal mulai memanen tunas dan daun muda yang paling lembut. Daun teh ini kemudian diolah secara hati-hati, seringkali dengan tangan, menggunakan teknik penggorengan di wajan (pan-firing) untuk menghentikan oksidasi dan memberikan bentuk pipih khas seperti pedang serta aroma kacang panggang yang unik.
Desa dan kebun teh ini dipenuhi dengan puluhan rumah teh dan restoran lokal, di mana pengunjung dapat mencicipi teh Longjing asli yang diseduh dengan air sumber dari Sumur Naga itu sendiri. Mencicipi teh di sini bukan sekadar minum, tetapi ritual untuk mengapresiasi rasa manis yang lembut, aroma segar, dan sejarah yang terkandung
mitches dalam setiap tegukan. Pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam lokakarya memetik dan menggoreng teh di bawah bimbingan ahli teh profesional, mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang warisan budaya teh yang berharga ini.
Pengalaman Lokal yang Otentik
Longjing bukan hanya tujuan wisata; ini adalah komunitas pedesaan yang hidup di mana hampir setiap rumah tangga menggantungkan hidupnya pada produksi teh. Interaksi dengan petani teh lokal menawarkan wawasan otentik tentang kehidupan pedesaan di Tiongkok. Suasana di sini sangat tenang dan damai, jauh dari hiruk pikuk kota besar, menjadikannya tempat ideal untuk relaksasi dan peremajaan diri.
Sebagai tambahan, teh Longjing juga dikenal kaya akan manfaat kesehatan, mengandung antioksidan, vitamin C, dan L-theanine, yang membantu melawan penyakit, meningkatkan fokus, dan menenangkan pikiran. Mengunjungi Kebun Teh Imperial Longjing adalah pengalaman holistik yang memanjakan indra, memperkaya pengetahuan sejarah, dan memberikan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.